Memorabilia
haruskah aku menjadi puisi melankonis untukmu, tuan?
yang merubah debu menjadi suara rindu
yang merubah kayu - kayu untuk mengutarakan rasa pada anggunnya rupamu
barangkali kau lupa, tuan?
pada sandaran kepala;
dan barangkali kau benar - benar lupa, tuan?
pada diri yang pernah terbunuh sepi bagai bangunan hierarki agung tak terjamah kutipan bingar;
dadaku, tempat hilir air matamu mengalir deras disana
mengusir gusar dalam bisik manja anak Adam
meresap diam
ada harap cemas untuk kembali saling menatap mata penuh duka tertahan;
meski dipaksa mati tiap rasa yang pernah menetap di denyut nadi
tetapi tuan,
puan yang ini tak pernah lupa rayumu dalam canda malam
beradu penuh candu pada titik temu
dan kokoh bahumu mengusir resahku
pun aku tahu, tuan
sudah tamat seluruh geliat rasamu
hingga tatap rengkuhmu tak lagi membasuh getir yang menghampar sedu
biarkan rindu yang berlalu menjadi bait nada, tuan

Ini mksdnya dear ex yah kak? wkwk
ReplyDeleteex kamu
Delete♥️♥️♥️
ReplyDelete:3
Deletepinter nulis bu dok keren bngtt
ReplyDeleteaminn makasih ya
DeleteKERENNN BANGEETT AKU PENSMUUU
ReplyDeleteaduhh sayangku
Delete